PATRIA RAHMADHANI :D~

Jul 02 2010

Toy Story 3

heheytitik:

divanigina:

nabilachiesarani:

heckyeahawesome:

drunklikewhoe:imstuckinhere:hellafellafoool:chelsisanchez:waterrmelonsmiles:superman-ly:This scene made me cry. :(

Andy:This is Jessie, the roughest, toughest cow girl in the whole west! She loves critters but none more than her best pal Bullseye.

This is Rex, the meanest most terrifying dinosaur who ever lived! Rawwwr!

The Potato Heads: Mr and Mrs. You gotta keep them together because they’re madly in love.

Now Slinky here, is as loyal as any dog you could want.

And Hamm, he’ll keep your money safe, but he’s also one of the most dastardly villains of all time: Evil Dr Porkchop!

These little dudes are from a strange alien world: Pizza Planet!

And this, is Buzz Lightyear, the coolest toy ever! Look! He can fly, oh, and shoot lasers! He’s sworn to protect the galaxy from the Evil Emperor Zurg!

Now Woody, he’s been my pal for as long as I can remember. He’s brave, like a cowboy should be. And kind, and smart. But the thing that makes Woody special, is he’ll never give up on you… ever. He’ll be there for you, no matter what.

(via malagkitnagalapong)

4,574 notes

Jan 03 2010
+

Angka.

ayanatomy:

iyo:

Sebagai sekolah RSBI, SMA Negeri Lima Bandung baru-baru ini menetapkan standar kelulusan minimal terbaru yaitu Tujuh Puluh Lima. Mungkin bagi kalian semua yang hidupnya didedikasikan untuk membaca rumus fisika dibawah terangnya lampu belajar, hal ini bukanlah sebuah masalah yang harus diperbincangkan. Tapi saya merasa, saya masih punya kehidupan! Saya masih harus mengasah jutaan minat dan bakat saya yang lain, selain hanya berkutat dengan rumus yang itu-itu saja. Dan apa yang terjadi? Nilai saya hancur. Bersamaan dengan nilai teman-teman saya yang lainnya.

Tak lama kemudian berita yang sama saya dapatkan dari sekolah tetangga saya yang merupakan sekolah terbaik di Bandung, SMA Negeri Tiga. Menurut kabar yang saya dapatkan di Twitter, nasib dari murid-muridnya bahkan lebih buruk dari sekolah kami. Otak-otak tercemerlang, bakat-bakat terbaik, semuanya dipecundangi oleh deretan angka merah yang berujung pada hilangnya sebuah kepercayaan akan kemampuan diri sendiri. Setidaknya, itu yang saya baca di Twitter. Maafkan saya jika saya salah menganalisa kondisi kalian.

Semua rentetan kejadian tersebut membawa saya pada sebuah tanda tanya besar:Apakah kita semua sebagai manusia, makhluk tersempurna ciptaan Tuhan YME, layak diukur oleh angka semata?

Setiap pagi, disaat banyak orang masih tertidur, kita semua berlarian menembus udara dingin menusuk tulang, memasuki gerbang-gerbang, sebagai manusia yang haus akan ilmu, bukan? Kita semua menyimak patuh apa yang guru tulis di papan, apa yang mereka ketik di laptop, semua agar kita satu langkah lebih pintar. Agar ketika kita pulang, ada sesuatu yang kita pelajari dan kita pahami. Bahwa dunia terdiri dari atom, dan atom bukanlah roti yang bertabur choco-chip. Bahwa jika sebuah benda tergantung di katrol, maka tegangan tali benda tersebut adalah sekian.

Lalu kembali, otak yang diciptakan untuk bertanya ini mulai berputar. Untuk apa semua itu? Saya adalah manusia yang penuh cita-cita, dan sampai sejauh ini, saya sangat ingin berkarier di bidang politik. Jika nanti pekerjaan saya adalah membuat kebijakan negara, atau menghadiri konferensi, apakah relevan bagi saya untuk mempelajari tegangan tali?

Tapi baiklah, kita anggap semua anak Indonesia adalah keledai yang tak punya cita-cita. Anggaplah jurusan kuliah kita dapat berubah secepat mengedipkan kelopak mata. Sekarang, pertanyaan saya berubah. Bagaimana kita bisa menentukan? 

Delapan belas pelajaran, dipadatkan dalam lima hari yang melelahkan. Ada hari dimana saya mendapatkan pelajaran eksakta, seni, olahraga, serta bahasa berturut-turut. Dari menghafal rumus fisika, menghafal huruf katakana, melukis, lalu tiger sprong. Bagaimana kita dapat berkonsentrasi pada satu hal yang setidaknya kita sukai? Atau lebih parahnya, bagaimana kita bisa menyukai satu pelajaran tertentu dalam situasi seperti ini?

Dan sebagai klimaks dari semua kelelahan dan kepusingan yang kita alami, di akhir tahun pelajaran, kita semua dihajar nilai-nilai merah karena berlaku setengah-setengah. Saya, contohnya. Tidak bisa tiger sprong, tidak hafal hiragana, suka menggambar (tapi selera gurunya agak sulit ditebak), dan tidak pandai menganalisa rumus fisika. Dalam satu hari, saya ditinju oleh empat buah kegagalan. Bagaimana bisa, sekolah mendorong kita untuk menjadi individu yang cemerlang, yang siap bersaing di era globalisasi, ketika kita TERPAKSA untuk menjadi setengah-setengah? Bagaimana kita bisa percaya dengan kemampuan yang harus kita kejar, jika setiap hari kita semua harus menyantap kegagalan?

Setelah jam-jam melelahkan menghafal, berkonsentrasi di bimbel, kehilangan waktu tidur, apa yang kita dapatkan, teman? Cacian, makian, serta paksaan. Paksaan untuk lebih keras lagi belajar. Lebih pandai lagi menghafal. Atau lebih lihai lagi mencontek?

Sampai akhirnya saya tiba pada sebuah kesimpulan yang sangat amat sederhana. Kita semua disekolahkan di sekolah-sekolah terbaik untuk mengejar nilai. Whatever it takes! Daripada menjadi tertinggal dan tidak naik kelas lalu ditampari orang tua, lebih baik tidak jujur saja kan?

Toh, ilmu tidak lagi penting rupanya. Yang penting cuma angka. Tujuh Puluh Enam tidak mengapa.



Saya kagum dengan manusia yang pertama kali menciptakan angka. Selain menjadi salah satu alat hitung tetap dan universal di dunia yang kita tempati ini, angka juga terkadang membelenggu pikiran dan kebebasan manusia. Angka membatasi kemampuan otak kita yang tak akan bisa terukur dengan deretan IQ atau besarnya volume kepala.

Saya lebih kagum lagi ketika angka kini telah menipu kita semua. Angka telah mengelompokkan kita semua menjadi orang-orang yang jenius, pintar, bodoh, atau imbisil. Angka telah menutup kesempatan kita semua. Angka menutup kesempatan seseorang yang saya kenal dekat untuk belajar alat musik lebih baik, untuk bermain sepak bola lebih lihai, untuk berdebat lebih cerdik, untuk berbicara bahasa lain dengan lebih fasih. 

Angka membuat kita semua terjebak pada sebuah sistem yang sudah rusak. Sistem yang pada akhirnya akan menghasilkan ribuan orang-orang berkemeja rapi yang berdesak-desakkan memasuki ekspo lowongan kerja. 

Dan kita semua akan kembali pada angka yang netral, berada di tengah tengah sumbu X dan Y. Nol. Nihil. Setelah kita semua melempar toga dan melewati euforia, kita akan terduduk diam di rumah dan memandangi ijazah kita yang bersinar dengan angka-angkanya. Ijazah yang dapat terbakar atau hanyut bersama banjir. 

Sementara jika ijazah tersebut hilang, apa yang tersisa? Nol. Kosong. Nihil. Tidak ada lagi ilmu yang bersisa di kepala kita, karena semua yang kita kejar hanyalah angka, angka, dan

…angka.

Selamat pagi pak, selamat pagi bu, ucap anak sekolah 
dengan sapaan palsu. Lalu merekapun belajar
sejarah palsu dari buku-buku palsu. Di akhir sekolah
mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka
yang palsu. Karena tak cukup nilai, maka berdatanganlah
mereka ke rumah-rumah bapak dan ibu guru
untuk menyerahkan amplop berisi perhatian
dan rasa hormat palsu. Sambil tersipu palsu
dan membuat tolakan-tolakan palsu, akhirnya pak guru
dan bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji palsu
untuk mengubah nilai-nilai palsu dengan
nilai-nilai palsu yang baru. Masa sekolah
demi masa sekolah berlalu, merekapun lahir
sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hukum palsu,
ahli pertanian palsu, insinyur palsu.

Sajak Palsu - Agus R. Sarjono





P. S. Bebaskan dirimu dari belenggu angka-angka itu. Bermimpilah!

40 notes

+
+

anis

  • aniss.anisss: patriyaaa
  • pw_ga.rii11: srlyannis
  • pw_ga.rii11: eh arlianis
  • pw_ga.rii11: bukan surlianis
  • aniss.anisss: baleg yang mana? hahaha
  • pw_ga.rii11: yah kamu merasa nama kamu yang mana ?
  • aniss.anisss: ga tau aku juga
  • aniss.anisss: menurut kamu yg mana?
  • pw_ga.rii11: surlianis
  • pw_ga.rii11: kamu pembantu tetangga sebelah kan ? iya yang saya kenal itu namanya surlianis

Dec 25 2009
Oh my, baru tau freddie bisa niruin gaya manohara hahahaha

Oh my, baru tau freddie bisa niruin gaya manohara hahahaha

+
Ah agama mah gimana nanti, papa mama aku aja bisa nikah beda agama !
— Ni Made Mira

Dec 15 2009

beraksi

  • riri : dro sebenernya pengen aku teh nyemangatin dia
  • andro : ya udah we, kamu teteriakan aja
  • riri : yah dianya juga ga pernah beraksi, masa mau teteriakan ? ga jelas banget
  • andro : ooh iya dia kan beraksinya di ranjang, bukan di sini ri
  • riri : gobs hahahaha

Nov 27 2009

cuman copy paste dari FB temen, tapi isinya dalem banget terutama buat anak perempuan, baca ya !

dibalik kisah seorang papa

ini bukan note buatan saya, saya copas ini dari temen tapi kalian harus bacaaaa ini dan renungin ama kalian khususnya buat anak cewe, selamat baca

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”


Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa


Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….


Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

Nov 25 2009

kemana si siti ?

  • hari ini si siti ga masuk padahal kemarin masuk
  • riri : eh net si siti kemana ? ko ga masuk lagi ?
  • nanet : dia kan lagi naik haji
  • riri : wow.. oh iya ? emang naik haji teh berapa hari ?
  • nanet : hmm 40 hari
  • riri : ih lama atuh, kemaren kan dia udah ga masuk lama, sekarang masa ga masuk lagi lama ?
  • nanaet : ri, lebaran hajinya juga 2 hari lagi, emang bisa ya si siti perginya sekarang ? da udah dimulai sekarng mah
  • riri : ohahaha iya euy (merasa di bodohi) coba tanya si ayu !
  • nanet : yu, si siti ke arab siah
  • ayu : ooh iya bagus itu
  • nanet : siti ke arab loh naik haji
  • ayu : ih iya tapi kan kemaren masuk ya ? wah berarti ke arabnya cepet
  • aku keketawaan sama si nanet
  • nanet : hah ? emang bisa ya sehari jadi ?
  • ayu : bisa aja kan cepet.. ngeeeng naek pesawat
  • nanet : ke arab yu
  • ayu : iya ke arab
  • nanet : emang bisa ya naek haji berangkatnya hari ini ?
  • ayu : ohahaha ngga net aku baru inget, kan cepet atuh naik pesawatnya
  • ngakak...
  • nanet : ayu ibadah hajinya juga udah di mulai meren

Page 1 of 13